Bupati Kebumen Janji Menata PKL di Kawasan Alun-alun, Diberikan Tenda, Gerobak Meja Hingga Kursi

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengajak masyarakat syukuran bersama dengan mengundang pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun alun Kebumen. Mereka diajak makan siang di rumah dinas bupati di sebelah utara alun alun. Selain silaturahmi dan serap aspirasi, acara itu juga sebagai bentuk ucapan syukur dari Arif Sugiyanto yang baru saja dilantik sebagai Bupati Kebumen pada Jumat (26/2/2021). Arif menyatakan kegembiraannya bisa berkumpul dengan para PKL yang biasa mangkal di alun alun Kebumen.

"Saya bahagia bisa berkumpul dan berbicang bincang dengan masyarakat yang biasa berjualan di kawasan alun alun. Mereka ini adalah para pekerja keras yang sudah mampu membangkitkan perekonomian di pusat kota Kebumen, karena itu harus kita perhatikan keberadaannya," ujar Arif di Pendopo, Jumat (5/3/2021). Arif menyatakan, pemerintah punya kewajiban untuk mensejahterakan masyarakatnya. Menurutnya, para PKL ini adalahbagian dari masyarakat kecil yang juga wajib untuk diperhatikan.

Selama ini, ia melihat perhatian pemerintah kepada para pedagang di kawasan alun alun belum tersentuh secara maksimal. "Kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan kesejahteraan untuk semua elemen masyarakat termasuk juga pedagang, dan para Pedagang Alun Alun Kebumen yang selama ini juga, saya lihat belum tersentuh secara maksimal," jelasnya. Untuk itu, dalam waktu dekat, Arif akan segera melakukan penataan para PKL di kawsan alun alun agar lebih rapih dan bersih.

Mereka bukan digusur tapi justru pedagang nantinya diberikan perlengkapan dagang dari pemerintah mulai dari tenda, gerobak meja dan juga kursi pengunjung. Sehingga wisatawan dan masyarakat yang berkunjung ke pusat kuliner tersebut bisa merasakan kenyamanan, serta memiliki kesan keindahan. "Insya Allah akan kita siapkan satu tempat khusus kepada mereka, kemudian kita berikan tenda di sana kepada mereka kemudian gerobak gerobak di sana, dan kita kasih meja meja untuk para pengunjungnya. Supaya setelah beli menikmati di kursi kursi tersebut, bisa selfi karena bangganya ada di alun alun Kebumen," ucapnya.

Ayah dari lima anak ini juga menegaskan ke depan tidak ada retribusi serupiah pun terhadap para PKL. Ia memastikan akan menindak keras kepada siapapun yang berani mengambil retribusi, apalagi pungutan liar kepada para pedagang. Kabar baiknya lagi, para pedagang juga diperbolehkan berdagang siang dan malam tidak ada pembatasan.

Selain diberikan sarana dan prasarana untuk berdagang, juga akan disiapkan ketersediaan air bersih dan juga listrik. "Yang terpenting adalah pedagang kaki lima yang kita sebut itu adalah pedagang yang ingin mencari nafkah dengan kreativitasnya di tengah pandemi covid 19 ini tidak boleh dipungut satu rupiahpun," tegasnya. Tidak hanya itu, ke depan, semua pedagang yang berada di seputaran alun alun hingga tugu lawet akan terkoneksi.

Supaya ketika masyarakat maupun wisatawan datang, mereka bisa leluasa menjaejekkan kaki di Kota Kebumen untuk menikmati wisata kulinernya. "Kita pelan pelan akan kita rapikan, karena harus terkoneksi dari alun alun hingga pedagang sampai tugu lawet, dari alun alun sampai Jalan Sutoyo itu semua akan kita koneksikan semuanya, supaya ketika hadir memang ini adalah kawasan wisata kuliner untuk Kabupaten Kebumen," pungkasnya.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *